Membangun Karakter Anak Melalui Buku Cerita

Desember 15, 2021

Dunia anak-anak yang penuh dengan keceriaan serta identik dengan bermain, menjadikan mereka menyukai hal-hal yang bersifat permainan dan hiburan, dan salah satu kegiatan yang mampu membuat anak tertarik adalah mendengarkan cerita atau dongeng. Meskipun kegiatan ini cukup sederhana, namun dapat memberikan hasil yang positif dalam tahapan perkembangan anak. Selain dapat meningkatkan bonding antara orangtua dan anak, kegiatan membacakan buku cerita atau mendongeng juga akan menumbuhkan kreatifitas anak dalam literasi.

Tentu kita masih ingat bukan tentang cerita si Kancil dan Buaya, dongeng fabel zaman dulu yang cukup populer, kemudian ada cerita Hutan Keramunting di Bukit Kecil karya Tartila Tartusi yang ceritanya bahkan masih melekat dengan kuat di benak saya. Padahal saya membaca cerita ini sewaktu duduk di sekolah dasar. Ilustrasi yang sederhana tidak menjadikan saya mengurungkan niat untuk tetap membaca buku ini, dan saya mengambil banyak hikmah dari cerita ini, terutama dari karakter tokoh dan pesan yang disampaikan.

Dalam sebuah webinar yang dihelat oleh komunitas Read Aloud Jawa Tengah dengan keynote speaker Yunita Hernawati S.Pd beliau adalah pendidik dan pengelola PAUD Islam Cahaya Ilmu Semarang, mengatakan bahwa anak-anak  memerlukan  kecakapan dalam menghadapi fenomena pergeseran pada abad 21. Lalu kecakapan apa yang diperlukan oleh anak? 

Literasi Dasar

Adalah kemampuan menggunakan core skill untuk kehidupan sehari-hari, yang terdiri dari

  • Literasi membaca
  • Literasi numerasi
  • Literasi finansial
  • Literasi digital
  • Literasi sains
  • Literasi budaya dan kewargaan
Kompetensi

Adalah kemampuan anak dalam menyelesaikan permasalahan kompleks. Beberapa hal yang dapat dilatih ke anak adalah, berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi.

Karakter

Adalah kemampuan anak menghadapi perubahan pesat pada lingkungan. Biasanya akan memunculkan beberapa sifat di antaranya rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, adaptif, kepemimpinan, dan kepekaan sosial dan budaya.

Membangun karakter anak melalui buku cerita dapat dilakukan di rumah dan sekolah bersama orangtua dan guru. Kebiasaan baik ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan literasi anak. Dengan membacakan cerita atau mendongeng, anak akan memiliki banyak wawasan dan mengambil pelajaran dari cerita tersebut.

Anak akan terbiasa mendengar dan mengolah cerita, anak akan kritis dalam mengemukakan ide-ide mereka. Dengan perkembangan teknologi di zaman sekarang, orantua maupun guru dapat mengakses buku cerita dengan  mudah. Tidak hanya hardbook tapi ada juga softbook yang bisa kita akses melalui gawai.

Foto : Koleksi pribadi

Bagaimana cara membangun karakter anak melalui buku cerita ini?

Mengenal karakter Tokoh dalam Cerita
Dalam sebuah cerita pasti akan ada tokoh yang menjadi sentral, biasanya ada tokoh protagonis dan antagonis. Dengan melakukan pengenalan karakter tokoh, anak dapat kita kenalkan tentang nilai positif dan negatif dari karakter masing-masing tokoh, sehingga anak akan tahu, mana yang bisa ditiru dan mana yang tidak.

Mengambil Hikmah dari Sebuah Cerita
Dalam sebuah buku cerita penulis tentu menyelipkan sebuah pesan hikmah yang bisa diambil sebagai pelajaran oleh anak. Orangtua dan pendidik berperan untuk menggali pesan hikmah dalam cerita dan menyampaikan kepada anak, sehingga mereka akan menemukan nilai positif dari cerita tersebut.

Belajar dari Visualisasi Tokoh dalam Cerita
Visualisasi tokoh dalam cerita dapat digambarkan melalui gambar tokoh. Anak kita ajak untuk mengenali aneka bentuk emosi yang divisualisasikan melalui gambar. Ada banyak emosi yang dapat orangtua sampaikan kepada anak melalui gambar dalam cerita, sehingga anak akan belajar mengenali ragam bentuk emosi yang divisualisasikan melalui wajah para tokoh cerita.


Membacakan buku cerita adalah kegiatan yang menyenangkan dan memberikan banyak manfaat untuk membangun karakter anak. Kegiatan ini bisa dilakukan disaat anak dalam kondisi tenang dan nyaman. Untuk anak usia 8 tahun ke atas yang sudah mulai lancar membaca, dapat kita berikan buku sesuai dengan usia mereka, itu sekaligus melatih anak agar lebih lancar membaca.

Orangtua dapat memberikan pendampingan saat anak mengalami kesulitan dalam memahami cerita, dan orangtua dapat melakukan interaksi timbal balik kepada anak, serta bertanya tentang pesan hikmah apa yang diperoleh dari cerita yang di baca, lalu mengajak anak untuk mengambil kesimpulan dari cerita tersebut. 

Salam hangat

Ulfah Wahyu






You Might Also Like

36 komentar

  1. Membacakan buku untuk anak itu banyak manfaatnya ya, Mbak. Salah satunya bisa membangun karakter anak. Jadi sayang sekali kalau orang tua tidak membacakan buku cerita untuk anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak sayang banget, karena masa kecil saatnya mencetak memori yang indah.

      Hapus
  2. Wah makasih insightnya Mbak. Dari membaca bisa banyak manfaat yang didapat ya, salah satunya bisa membangun karakter anak

    BalasHapus
  3. Begitu bagusnya manfaat membaca buku di antaranya membangun karakter anak. Apalagi membacakan buku cerita itu merupakan kegiatan menyenangkan dan punya banyak manfaat baik bagi orang tua maupun anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak, banyak manfaat dan menyenangkan

      Hapus
  4. Aku sendiri merasakan efeknya langsung punya hobi baca buku cerita sejak kecil bikin otak lebih cepat jalan sekaligus mengasah empati juga karena ada banyak emosi yang disajikan oleh sebuah cerita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak, kita juga jadi lebih kreatif ya

      Hapus
  5. Bukuuu banyak banget manfaatnya untuk anak-anak, semoga generasi selanjutnya makin melek literasi pada suka baca dan paham sama apa yang dibaca. Nggak mudah terpengaruh isu-isu hoax tanpa mencari tau kebenarannya dulu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, ini yang menjadi salah satu tujuan suka membaca ya, jadi paham tanpa asal mengambil kesimpulan.

      Hapus
  6. Satu hal yang tak pernah aku sesali itu membacakan buku ke anak sejak bayi, karena manfaatnya sangat banyak. Semoga banyak ibu juga memperkenalkan buku ke anak sejak dini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah rajin membacakan buku ya mbak untuk si kecil. Saya juga masih melakukannya sampai sekarang.

      Hapus
  7. itu sebabnya ya, sejak bayi sebaiknya dibacakan buku cerita. Walaupun seolah si Kecil belum ngerti, tapi melalui bondign yang tercipta, terbentuklah karakter anak.
    Makasih remindernya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Bunda Hani, efeknya luar biasa dengan kebiasaan positif ini.

      Hapus
  8. Setuju banget bahwa membacakan cerita untuk anak itu banyak sekali manfaatnya. Selain bisa membangun karakter, menciptakan bonding antara anak dan orang tua, mengembangkan daya imajinasi anak, juga memperluas wawasan dan memperkaya kosakata anak juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak banyak sekali manfaat positifnya untuk perkembangan literasi anak.

      Hapus
  9. Meskipun akhir-akhir ini sudah mulai jarang membeli buku fisik, tapi jujur aku lebih suka buku fisik untuk dibaca bareng anak-anak karena lebih mudah menggambarkan karakternya pada anak-anak, tapi akhir-akhir ini lebih sering baca buku cerita digital. Paling penting anak-anak suka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, kalau saya juga lebih sering pakai buku fisik, bisa dilihat-lihat gambarnya dan dibuka-buka lagi ceritanya.

      Hapus
  10. banyak banget ya manfaat membacakan buku buat anak ini. aku sebenarnya masih belum konsisten sih membacakan buku ke anak. mana mereka juga kurang antusias kalau dibacain buku karena keburu mengenal gadget. heu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa pilih waktu yang memang anak-anak benar-benar santai mbak, misal saat menjelang tidur. Saya juga bacain bukunnya menjelang tidur.

      Hapus
  11. Menarik ya ceritanya. Saya selalu memperkenalkan berbagai cerita kepada anak. Tentu srbelum dia membaca, terlebih dulu saya yang membaca agar saya dapat memilah yang tepat untuk anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Kita dapat memilih buku anak yang tepat sesuai usia mereka.

      Hapus
  12. Duhh ini ngena bangett yaa mbaa. Anakku jg suka simpatiii banget kalau dah dibacain buku. Banyak buku yang bikin dia jatuh cinta dan menirukan apa yang ada di dalamnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah bisa memberikan efek positif ya mbak.

      Hapus
  13. AKu baca literasi mengenai "Membaca Nyaring" ini, ternyata anak-anak yang sering dibacakan cerita bisa memiliki kemampuan memahami literasi dan imajinasi lebih baik padahal untuk tingkat usia yang sudah bukan anak-anak lagi.

    Menyenangkan yaa..
    Jangankan anak-anak, orang dewasa juga kalau di dongengin juga seneng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah mbak dahsatnya keajaiban read aloud. Anak-anak lebioh cerdas secara verbal dan imajinasi.

      Hapus
  14. Setuju banget kalau buku yang dibaca bisa membangun karakter anak. Jadi kita juga harus hati-hati memilih buku bacaan untuk mereka. Sebisa mungkin dengan kisah dan karakter yang positif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa disesuaikan dengan usia anak mbak, jadi mereka akan lebih mudah dalam memahami jalan ceritanya.

      Hapus
  15. Pengen banget menggiring anak agar hobi membaca. semoga tersampaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mbak, semoga anak-anak kita termasuk yang gemar membaca ya.

      Hapus
  16. Sepakat mbak, membaca buku tidak hanya menambah pengetahuan anak
    Tetapi juga bisa membangun karakter baik ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, dengan belajar dari kisah yang di baca atau dibacakan.

      Hapus
  17. Mendongeng dan membacakan cerita anak adalah salah satu cara bonding yang paling efektif. Apalagi anak-anak juga bisa belajar dari cerita tersebut dan mannernya lebih baik lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah banyak efek positif yang bisa didaptkan dari kegiatan membaca dan membacakan buku cerita ini mbak.

      Hapus
  18. Membaca memang jendela wawasan ya mbak. Sebaiknya dari sejak dini anak sudah diajarkan utk membaca agar ketika dewasa tidak meninggalkan kebiasaan baik tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak, semoga anak-anak kita bisa menjadikan gemar membaca ini menjadi kebiasaan baik, aamiin.

      Hapus