Menulis Adalah Menginspirasi

February 19, 2020




Menulis adalah impian saya sejak masih remaja. Namun, pada saat itu, saya belum bisa mewujudkan impian itu, karena banyak faktor. Saat saya masih menjadi mahasiswa, saya juga sudah mulai serius menulis. mengirimkan beberapa cerpen ke beberapa media. Namun belum ada satu pun karya saya yang dimuat hehehe. 

Apakah hal itu menyurutkan niat dan tekad saya untuk menulis? tentu saja tidak. Justru saya mulai banyak belajar lagi tentang cara menulis yang benar. Saya juga suka membaca cerpen dan novel. Dengan banyak membaca itu, saya belajar bagaimana menulis yang benar.

Akan tetapi, tetap saja ya, belajar otodidak bagi saya cukup berat. Itulah sebabnya, akhirnya saya mulai berhenti menulis sejak lulus kuliah sampai bekerja. Namun, hobi membaca saya masih terus berjalan. Sejak kecil saya sudah suka membaca. Bapak dan Ibu saya adalah seorang guru. Terkadang Bapak membawakan kami buku-buku bacaan dari perpustakaan sekolahnya, untuk kami baca di rumah. Hal itulah yang menumbuhkan minat baca saya, hingga dewasa.

Saya masih ingat salah satu buku yang menjadi favorit waktu SD, berjudul Hutan Keramunting Di Bukit Kecil, karya Tartila Tartusi. Saya bahkan berulang kali membaca buku itu, karena ceritanya yang menarik. Setelah saya menikah dan mempunyai anak, kesempatan menulis itu mulai datang. Meskipun bisa dibilang terlambat, tetapi saya tidak patah semangat. Masih ada seribu satu jalan menuju Roma, bukankah begitu, Moms. Akhirnya di awal tahun 2019, saya mulai bergabung dengan kelas menulis online yang keren habis.

Di kelas menulis itulah saya banyak belajar tentang teknik menulis yang benar, dan bergabung dengan beberapa komunitas menulis. Alhamdulillah, dari kelas menulis ini, saya mulai produktif menulis. Menyalurkan bakat dan impian sejak remaja, membuat saya seperti bermimpi. Bagi saya, Menulis Adalah Menginspirasi. Dengan menulis, saya berharap bisa berbagi manfaat bagi orang lain, dan memberikan inspirasi untuk melakukan kebaikan.


Selain itu, menulis bagi saya adalah sebuah rekreasi, dimana saya bisa menuangkan semua ide dan beristirahat sejenak dari rutinitas kerja sebagai ibu rumah tangga. Menulis juga bisa menambah wawasan bagi saya, sehingga meskipun tidak bekerja di luar rumah, tetapi saya tetap produktif. Banyak kejadian disekitar saya yang bisa menjadi bahan tulisan, dan itu sangat membantu dalam menggali ide.

Setelah hampir satu tahun saya aktif menulis, alhamdulillah sudah ada beberapa karya antologi dan satu buku solo yang saya hasilkan. Sampai saat ini, saya masih terus belajar menulis. Belajar menuangkan ide lewat tulisan. Semoga semua langkah yang sudah saya ambil ini, akan memberikan hasil yang positif bagi diri saya pribadi dan juga keluarga. Bagaimana dengan teman-teman, sudahkan menjadikan aktivitas menulis kita penuh dengan warna yang indah? Apa tujuan kita menulis selama ini, yuk sharing di kolom komentar.

Kudus, medio Februari 2020.




You Might Also Like

27 comments

  1. Kereeen...alhamdulillah ada buku solo yang terbit juga. Aku malah awalnya nulis buku dulu, baru belakangan lebih banyak ngeblog. Haha...
    Tujuan menulis, apa ya? Pengen aja sih. Senang ada hasil karyanya. Buku itu ibarat kartu nama, branding diri kan. Semangaaat...Semoga makin banyak buku mb Ulfa yang terbit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terima kasih doanya Mbak Hani. Doa yang sama buat Mbak.

      Delete
  2. Selamaat mba ulfah, buku bukunya akan jadi masterpiece yg akan dikenal sepanjang masa. Baik itu buku solo maupun buku antologi.
    Saya baru akhir akhir ini mulai belajar menulis lebih intensif. Awalnya tujuan saya karena ingin menyemangati dan memberi contoh ke gadis kecil saya, yg mulai menunjukkan ketertarikan di dunia menulis.
    Waktu itu saya temukan kumpulan karyanya, dia malu malu menutupinya. Setelah saya beri contoh bahwa ibunya belajar menulis, saya juga menulis di blog, ikut karya antologi, eh dia jadi lebih terbuka soal hobi menulisnya. Malah untuk beberapa karya antologi cerita anak, dia ikut membantu urun cerita.
    Menulis itu tidak memalukan. Menulis itu menyenangkan dan menenangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah keren gadis kecilnya Mbak. Semoga bisa menjadi penulis sukses sepertu Mamanya.

      Delete
  3. Menulis buku adalah bekerja untuk keabadian, katanya. Aku juga belajar menulis, mbak, biar tetap waras hihihi. Btw tenyata kita satu buku *Maafkan Bunda* iih keren deh ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak benar. Biar tetep waras. Eh iyakah, saya belum selesai membacanya xixixi.

      Delete
  4. Alhamdulillah, selamat ya mbak lahirnya buku antologi dan buku solonya. Dewi menulis pertama di blog untuk menginspirasi dari kisah-kisah yang dewi alami��

    ReplyDelete
  5. Masya Allah keren Mba Ulfah. Dalam satu tahun banyak sekali karya buku antologi. Bahkan ada buku solo. Sangat produktif.
    Semoga kelak saya bisa mengikuti jejak sukses Mba Ulfah di dunia penulisan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, terima kasih Mbak. Sukses buat Mbak Titik.

      Delete
  6. Perjalanan proses menulis kita sama, Mbak
    Dulu waktu SMA saya juga suka bikin cerpen dan mengirimkannya ke media cetak. Tapi gak ada satupun yang diterima wkwkwk
    Setelah menikah saya juga baru memulai lagi untuk belajar menulis sampai sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Masih amatiran wkwkwk. Sekarang juga masih terus belajar Mbak. Sukses buat Mbak Nurul.

      Delete
  7. Bagi yuni menulis itu hal menyenangkan. Kala gundah melanda, maka menulis menjadi salah satu jalan ketenangan. Begitulah kira-kira. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga kira-kira begitu Mbak hehe. Sukses buat Mbak Yuni.

      Delete
  8. Bener mbak menulis bikin ketagihan sama halnya dengan membaca selalu ada inspirasi di dalamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mis, terus belajar tanpa bosan ya. Sukses buat Mis ya.

      Delete
  9. Selamat untuk pencapaian menulisnya Mbak..
    Kalau saya menulis buat terapi. Hobi dari dulu tapi baru ngeh dan serius ditekuni pas saat 40 tahun usia. Tujuannya, diantaranya buat terapi diri, anak sudah besar, mulai kesepian, sering bingung mau ngapain padahal tipenya sejak jadi IRT jadi rumahan dan aslinya introvert. Ya sudah biar positif yang dikerjakan, nulis saja di rumah:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Dian juga keren. Tulisannya banyak dan bagus-bagus. Menulis membuat kita tetap pintar ya Mbak meskipun di rumah.

      Delete
  10. Aamiin, inshaa Allah. Semangat terus ya Mbak, tularkan juga sama yang lainnya. Tulisan yang baik pasti akan berbuah kebaikan juga. Barrakallah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, alhamdulillah. Terima kasih Mbak Ati. Sukses juga buat Mbak ya.

      Delete
  11. Ikut seneng ya mba Ulfa untuk pencapaiannya. Dalam setaun udah nerbitin buku solo itu warbyasaak loh. Aku dulu juga nulis buku baru ngeblog. Sampe skrg keterusan ngeblog malah lupa blm nulis buku lagi huhuhu. Tapi semangat nulis tetep ada sih. Semoga Kita Makin produktif ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Mbak juga keren dah punya buku solo. Sukses buat Mbak Bety ya.

      Delete
  12. Wah keren banget mbak. Saya kok masih susah ya mengatur waktu buat nulis blog saja. Kadang-kadang saya bergadang setelah anak-anak tidur. Tapi saya jadi lelah buka laptop malah buntu. Kalo dari hp biasanya lebih cepat ngetiknya, cuma layarnya kecil jadi tidak puas buat edit2 hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kalau malam di atas jam 8 sudah gak kuat nulis malah Mbak. Mata sama otaknya dah gak bisa diajak kompromi hahaa. Paling juga kalau siang atau sore, baru bisa nulis. Semangat Mbak.

      Delete
  13. Masya Allah... Seneng banget baca tulisan ini..karena saya merasakan hal hal yang sama. Pernah menulis waktu kerja, lalu vakum untuk waktu yang lama. Baru setelah si bungsu SD saya mulai leluasa menulis lagi. Dan sama juga kaya mbak wahyu saya punya beberapa karya antologi dan 1 buku solo. Setelah baca ini saya jadi semangat melanjutkan beberapa naskah yang belum jadi. Yuk mbak kita berkarya lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah keren Mbak Sita. Sukses buat jenengan. Belajar terus ya Mbak kita sampai nanti.

      Delete

Like us on Facebook

Flickr Images