Kasih Ibu Sepanjang Masa

November 23, 2019



Dua bulan yang Lalu, anggota pengajian dan santunan kami bertambah dua orang. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dan adik perempuannya berusia 4 bulan. Tentu hal itu membuat kami merasa senang. Namun, ternyata ada sebuah cerita yang membuat kami merasa trenyuh dibalik yatimnya mereka. 

Dari cerita yang kami dapatkan melalui salah seorang anggota pengajian. Ayah kedua anak tersebut meninggal saat sang ibu melahirkan anak kedua. Setelah 40 hari meninggalnya sang Ayah, dan 40 hari usia anak kedua. Tiba-tiba sang ibu memutuskan untuk pergi meninggalkan kedua anaknya, dan pulang ke kampung halamannya di Jawa Barat.

Tentu saja hal ini membuat kaget pihak keluarga almarhum. Akhirnya kedua anak tersebut diasuh oleh Bibinya, yang merupakan kakak dari almarhum sang ayah. Entah apa yang ada di dalam pikiran sang ibu, sehingga mengambil keputusan itu. Bahkan keluarga pun tidak ada yang tahu, alasan sang ibu pergi meninggalkan kedua anaknya. Peristiwa itu, tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi sang anak sulung yang sudah berumur 10 tahun itu. Dan bagi sang adik yang masih bayi, dia harus kehilangan kasih sayang dan belaian ibu. 

Kami merasa beruntung dapat menjadikan mereka sebagai bagian dari kami. Memang tidak banyak yang bisa kami berikan, tetapi kami berusaha insya Allah menjadikan mereka anak yang shaleh dan shalehah. Kami akan berusaha membantu anak-anak itu, untuk mengingat sang ibu dalam memori terindah mereka. 

Terlepas dari semua apa yang menjadi alasan sang ibu melakukan hal itu, saya mencoba untuk berpikir positif. Barangkali, sang ibu mengalami depresi atau kebingungan, setelah meninggalnya sang suami. Apalagi posisinya tidak bekerja. Sehingga dia tidak lagi mampu berpikir dengan jernih. Tentu banyak faktor yang mempengaruhi hal itu.

Masih segar dalam ingatan kita tentu, banyak sekali berita yang mengabarkan, seorang ibu yang tega menganiaya anaknya, hingga membunuh anaknya. Sebagai seorang ibu dan juga wanita, tentu berita itu membuat saya prihatin dan sedih. Saya yakin, di dunia ini tidak ada ibu satupun yang akan tega menyakiti anaknya dengan sadar.

Berbagai kejadian itu, tentu memiliki alasan. Banyak para ibu yang mengalami tekanan jiwa akibat masalah internal dalam kehidupannya. Dan yang menjadi pemicu dari semua itu, adalah masalah yang berasal dari dalam dirinya sendiri atau lingkungan sekitar mereka. Yaitu keluarga dan masyarakat.

Ibu adalah sosok yang tangguh, penuh kasih sayang dan juga kelembutan. Ibu juga adalah madrasah pertama bagi anak. Semua peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan mereka, tentu akan berpengaruh terhadap sikapnya dalam mendidik anak-anak mereka. Saya merasa untuk perlu terus memperbaiki diri, baik dalam perilaku maupun senantiasa meningkatkan keimanan.

Modal terbesar saya dalam menjalani peran sebagai ibu adalah senantiasa bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah. Cerita tersebut di atas menyadarkan saya, betapa kasih sayang seorang ibu sangat dibutuhkan oleh anaknya. Saya hanya bisa berharap, semoga suatu hari nanti, sang anak akan  bertemu kembali dengan ibunya. Seperti sebuah pepatah yang mengatakan bahwa 'Kasih Ibu Sepanjang Masa'

Sejauh apapun seorang ibu pergi meninggalkan anaknya, saya yakin pasti suatu hari nanti, dia akan mencari anaknya kembali. Karena ikatan batin antara ibu dan anak tidak akan pernah terkoyak. Ikatan batin itu akan terus terjalin, sampai kapanpun. Semoga kelak Allah memberikan hidayah dan pertolongannya kepada sang ibu, sehingga dapat membuka mata hatinya  untuk kembali kepada anak-anaknya.

Kudus, akhir November 2019.








You Might Also Like

14 comments

  1. Aamiin.. Semoga anak-anaknya jg kuat, sabar, dan ikhlas ya.

    ReplyDelete
  2. Duh sedih, semoga anak - anak juga kuat dan sabar yaa aamiin.

    ReplyDelete
  3. Jadi ingat momen 29 tahun silam saat Papa meninggal. Ibu yang pada malam yang sama melahirkan anak keempat memilih bertahan dan waras sampai hari ini membesarkan keempat orang anaknya. Saya yakin pasti berat berada dalam posisi ibu yang harus survive seorang diri. APalagi jika tidak ada dukungan dari keluarga. Semoga saja ibu tersebut segera kembali pada anaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, semoga suatu hari nanti kembali lagi.

      Delete
  4. Semoga anak-anaknya kuat dan menjadi anak-anak yang sholeh/sholehah. Aamiin..

    ReplyDelete
  5. Subhanallah, semoga anak-anak tersebut menjadi anak yang kuat, dan ibunya selalu sehat dan kembalibpada mereka. Amin....

    ReplyDelete
  6. Sedih bacanya. Tapi kita engga bisa menghakimi si Ibu juga, karena engga tahu sebabnya. Alhamdulillah ada lingkungan & keluarga yg bisa mengasuh si Sulung dan adiknya. Semoga Ibu mereka segera berkumpul kembali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya semoga suatu hari nanti ibunya kembali Mbak.

      Delete
  7. Amiin. Semoga anak-anak masih memiliki kenangan indah bersama sang ibu. Semoga mbak ulfa senantiasa diberikan rizki dan kesehatan yang barokah. AMiin. Semoga ibu juga selalu ingat anak-anaknya sehingga mau kembali,

    ReplyDelete

Like us on Facebook

Flickr Images