Memanfaatkan Pekarangan Rumah Untuk Bertanam Hidroponik.

August 14, 2019

Assalammu'alaikum, Pembaca.



foto : Koleksi Nurma Farm.

Saat ini sudah semakin banyak orang-orang yang mencoba untuk melakukan kegiatan bertanam hidroponik. Selain mudah dan tidak memerlukan tempat yang luas, hasil dari tanaman hidroponik ini juga lebih bagus kualitasnya. Asalkan kita memperhatikan kebutuhan nutrisi tanaman, telaten dan sabar dalam merawatnya, maka hasil yang diperoleh pun akan maksimal.

Apa sih itu menanam hidoponik? Adalah menanam dengan media non tanah. Yaitu dengan menggunakan media pengganti . Hidroponik menggunakan daya air untuk pertumbuhan tanaman, memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah, dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.  Lalu, media penggantinya apa saja ya, Bunda. Berikut adalah beberapa contoh media pengganti tanah itu : 

1. Cocopeat atau sabut kelapa.
2. Pasir.
3. Rockwoll.
4. Sekam Bakar.

Semua media itu InsyaAllah sangat mudah kita dapatkan di sekitar kita. Ada enam hal yang menjadi keuntungan saat kita bertanam hidroponik ini, yaitu :

1. Hasil tanam atau panen akan lebih bagus. Kualitas buah atau sayuran lebih besar dan hijau.

2. Mudah dalam hal perawatan.

3. Hasil panen dapat di jual lebih mahal, karena tidak menggunakan pestisida, sehingga hasil lebih bagus.

4. Hanya mengunakan air dibandingkan dengan berkebun yang memakai media tanah.


5. Teknik bertanam hidroponik ini dapat dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai lahan.


6. Tanaman tumbuh dua kali lebih cepat dengan metode ini. sehingga bisa menghasilkan banyak produksi dari jumlah ruang yang sama.

foto : Tanaman hidroponik selada (koleksi Nurma farm)

Ada banyak sekali jenis tanaman buah atau sayur yang bisa dibuat hidroponik, diantaranya adalah : 
1. Sawi. 
2. Selada.
3. Bayam.
4. Kangkung.
5. Bayam.
6. Brokoli.
7. Tomat.
8. Cabe. Dan lain-lain. 

Semua itu berupa benih. Kita tinggal menanamnya di media yang sudah kita sediakan, seperti yang di sebutkan di atas tadi. 


Nah Bunda, sekarang saatnya kita belajar tentang, bagaimana langkah-langkah menanam hidroponik. Berikut langkah-langkahnya :


1. Menyiapkan Rockwool yang sudah kita basahi, sebagai media semai.


2. Setelah kita pastikan semua bagian Rockwool basah. Buatlah lubang-lubang kecil untuk tempat benih.


3. Masukkan benih sayuran atau buah-buahan yang kita inginkan, kemudian tunggu selama dua hari, sampai sprout pecah.


4. Setelah sprout pecah, kenalkan dengan sinar matahari, dan jangan lupa tetap kita beri air ya. Tunggu sampai daun sayur bibit padi berjumlah empat.


5. Terakhir, baru kita pindahkan ke bak nutrisi. Selanjutnya kita mulai rajin mengganti air nutrisi, sehingga perkembangan sayur atau buah tersebut benar-benar bagus dan subur. Untuk nutrisi hidroponik ini bisa di peroleh di toko pertanian.


Lalu bagaimana cara membuat air nutrisi,  berikut penjelasannya.

Kita lihat kemasan yang tertera di botol nutrisi yang sudah kita beli. Cara memakainya, 5 ml pekatan A ditambah 5 ml pekatan B di campur dengan 1 liter air.

Sementara itu, masa panen bervariasi tergantung jenis tanaman. Sekitar 1-1,5 bulan. Setelah masa panen tiba, kita bisa menikmati hasil dari tanaman hidroponik tersebut. 



Foto : Tanaman hidroponik seledri ( koleksi Nurma farm )

Asyik ya Bunda, jika kita bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk mencoba bertanam hidroponik. Selain mudah, hasilnya juga lebih sehat. Membiasakan diri untuk mengkonsumsi sayur dan buah dari hasil tanaman sendiri pasti akan lebih mengesankan ya. 
Selamat mencoba, salam hangat dari saya.

Kudus, awal Agustus 2019.




   

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Flickr Images