Kiat Sukses Membangun Sinergi Antara Orang Tua dan Sekolah dalam Proses Belajar dari Rumah

Desember 13, 2020


Pandemi corona yang masih terus berlangsung hingga saat ini, setelah hampir 10 bulan berlalu, tampaknya masih memberikan dampak yang luar biasa bagi sistem pendidikan. Terlepas dari adanya pro dan kontra tentang pelaksanaan sistem belajar dari rumah yang di canangkan oleh pemerintah hingga saat ini, pendidikan harus tetap dilaksanakan. Karena pendidikan adalah ujung tomak bagi perubahan peradaban, dimana dengan adanya pendidikan ini akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas demi kemajuan bangsa.

Di tengah kondisi pandemi ini, peran orang tua dan sekolah sangat luar biasa. Dulu barangkali ada orang tua yang kurang begitu mengenal guru anaknya, atau bahkan tidak tahu di mana letak kelas anaknya. Dengan adanya pandemi ini akhirnya mereka setiap hari harus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan guru kelas anaknya. 

Sehingga akhirnya orang tua mengetahui bagaimanakah keseharian anak di sekolah dan bagaimanakah perjuangan seorang guru dalam mendidik murid-muridnya di sekolah, yang selama ini  tidak pernah diketahui secara langsung. Dengan adanya pandemi ini, orang tua jadi mengetahui, betapa beratnya tugas seorang guru dalam mendidik putra putri kita selama ini, yang tidak hanya mengajarkan ilmu dunia, tetapi mengajarkan juga tentang ilmu agama dan juga pendidikan karakter.

Adanya fenomena belajar dari rumah ini memunculkan istilah-istilah baru dalam dunia pendidikan, dimana ada dua pendekatan yang bisa dilakukan dalam menjalanakan BDR ini, yaitu

  • Daring yaitu pembelajaran jarak jauh Dalam Jaringan atau online ( Daring ). Menggunakan gawai(gadget) maupun laptop melalui beberapa portal dan aplikasi daring.
  • Luring yaitu pembelajaran jarak jauh Luar Jaringan atau offline ( Luring ). Menggunakan televisi, radio, modul belajar mandiri dan lembar kerja, bahan ajar cetak, alat peraga dan media belajar dari benda di lingkungan sekitar.
Kiat Sukses sinergi Antara Orang Tua dan Sekolah dalam Proses Belajar dari Rumah

Setiap keluarga mempunyai kondisi latar belakang yang berbeda-beda dalam menyikapi pola Belajar Dari Rumah ini. Kita tidak bisa menyamakan kondisi masing-masing keluarga. Ada yang mampu melewati proses BDR dengan lebih terkondisi, ada juga yang membutuhkan kerja keras antar orang tua untuk memanejemen waktu. Semua tentu membutuhkan perjuangan, untuk akhirnya berada pada kondisi menerima proses BDR ini hingga saat ini.

Berikut ada beberapa kiat sukses yang bisa diterapkan dalam membangun sinergi antara orang tua dan sekolah selama BDR

Ridho

Dengan kita Ridho maka akan diharapkan dapat membuka pintu-pintu hikmah, dimana kita mengharapkan akan ditemukan banyak hal-hal positif dari adanya pandemi ini. Setelah Ridho dalam menerima takdir Allah dengan adanya pandemi ini, yang selanjutnya adalah Ridho terhadap diri kita, penerimaan terhadap kelebihan dan kekurangan diri selama mendampingi anak dalam BDR ini. Dengan keridhaan ini, maka di harapkan kita akan lebih ikhlas dalam mendampingi anak dan memperbaiki diri. 

Pandemi ini juga mengembalikan fungsi rumah sebagai madrasah yang pertama dan utama bagi anak. Kalau menurut seorang penulis, dosen yang juga konsultan pendidikan Ustazah Yessy Yanita Sari, M. Pd. dalam materinya di seminar parenting yang diadakan oleh komite sekolah tempat anak saya menuntut ilmu

Pandemi ini membayar hutang-hutang pengasuhan, yang selama ini mungkin secara tidak sadar kita sudah lalai dalam proses pendidikan anak-anak kita. 
 

Nah, saat inilah waktunya, kita mendapatkan kesempatan untuk mendampingi anak-anak kita hampir 24 jam. Sehingga akan banyak waktu yang bisa kita curahkan untuk memantau perkembangan mereka secara langsung. 

Kesamaan Visi dan Misi

Diperlukan kesamaan cara pandang antara guru dan orang tua dalam menjalankan sistem BDR ini. Mulailah untuk membangun komunikasi yang positif dengan guru dan sekolah, sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang diharapkan bersama.

Guru Kreatif Orang Tua Aktif

Kreativitas guru dalam menghadirkan proses pembelajaran daring yang menarik dan menyenangkan sangat di perlukan. Hal itu akan berpengaruh terhadap antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran daring tersebut. Sementara peran aktif orang tua dalam pendampingan belajar anak di rumah juga akan memberikan dampak terhadap perkembangan proses belajar anak. Orang tua yang peduli dan memberikan respon positif terhadap tugas yang diberikan, akan memberikan suntikan semangat bagi anak dalam menjalankan BDR.

Baca Juga : Memilih Sekolah yang Tepat bagi Anak

Membuka Ruang Komunikasi

Membuka ruang komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua, dalam hal ini dengan guru kelas masing-masing. Kendala apa yang di temui di lapanagn dan bagaimana bersama-sama mencari solusi yang tepat dengan tidak memberatkan kedua belah pihak, serta tetap memperhatikan kenyamanan anak dalam belajar. Komunikasi yang lancar insya Allah akan membuka sumbatan-sumbatan yang mungkin mengganggu selama proses  belajar dari rumah.

Dukungan Pemerintah dan Layanan Kesehatan 

Kedua komponen ini harus saling bekerjasama dan mendukung demi suksesnya proses BDR ini. Pemerintah pusat dan daerah bekerjasama menyusun dan menerapkan kebijakan yang berpihak kepada anak, termasuk dalam membantu menyediakan sarana belajar dari rumah, seperti penyediaan layanan internet yang lancar. Sementara itu, Layanan kesehatan memberikan jaminan pelayanan dan mengevaluasi resiko yang mengutamakan kesehatan anak.

Kita tentu berharap bahwa pelaksanaan BDR ini dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Adanya kekurangan yang masih ditemui di lapangan, adalah hal yang wajar, karena sistem BDR ini adalah hal yang baru bagi kita semua. Akan tetapi, menjadi tugas dari orang tua dan guru untuk mulai belajar dan memahami tentang pola ini.

Banyak hikmah yang didapatkan selama masa pandemi ini, yang berkaitan dengan proses belajar dari rumah ini. Kini sudah saatnya orang tua mengambil peran untuk turut serta dalam proses pendidikan anak yang sebenarnya. Sinergi yang baik antara sekolah dan orang tua diharapkan akan memberikan hasil yang positif dalam pelaksanaan proses belajar dari rumah ini. Kita terus berjuang bersama, sambil terus berdoa agar kondisi kembali normal.

Salam Hangat

Ulfah Wahyu







 

 















You Might Also Like

34 komentar

  1. Benar sekali, guru kreatif dan orang tua aktif...juga kiat lainnya yang ada di artikel ini
    Anakku kelas X dan kelas VI, Alhamdulillah PJJ meski ada kendala kalau dijalani dengan lapang dada lancar jaya prosesnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak Dian, Ridha adalah kuncinya ya.

      Hapus
  2. dibutuhkan sikap ikhlas dan ridho dalam menghadapi serba ke-tidak jelas-an di momen pandemi ini ya
    semangaattt buat semuanya
    semoga masa depan cerah terbentang utk generasi muda Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, kalah kita Ridha insya Allah akan lebih legowo dan santai menjalankan peran sebagai pendamping anak saat BDR.

      Hapus
  3. Ngena banget mba kata2 PJJ ini membayar hutang pengasuhan yg mungkin selama ini lalai dijalankan. Huhu.. Ortu memang harus'y jd pendidik utama anak2 ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga merasa seperti itu mbak, akhirnya bisa merasakan bahwa masih banyak kekurangan sebagi orang tua.

      Hapus
  4. Ada hikmah di balik pandemi ya. Ortu mau ga mau turun tangan deh mengasuh anak-anak sepanjang hari. Bahkan belajar juga jadi lebih memahami materi sekolah anak-anak, walaupun bukan berarti bantuin ngerjain Pe-Er lho yaa. Kebayang tapi, guru yang harus mengajar dari rumah, tetapi juga mendampingi anaknya sekolah dari rumah. Super rempong kayaknya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu Bund, saya juga memikirkan hal itu. Makanya bersyukur sekali, saya adalah ibu rumah tangga yang tidak bekerja, jadi bisa lebih maksimal dan punya waktu lebih banyak mendampingi anak di belajar dari rumah.

      Hapus
  5. semangat untuk para orang tua ya :D kita pasti bisa menghadapi ini bersama-sama0!

    BalasHapus
  6. Sepakat mbak. Banyak hikmah dari pandemi ini. Itu juga yang saya rasakan. Full mendampingi anak-anak SFH, juga tahu banget para guru yang awalnya gagap makin ke sini makin kreatif. Memang diperlukan komunikasi yang baik antara ortu dengan guru demi berjalannya proses belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya mbak, kita jadi banyak tahu suka dukanya bagaimana mendampingi anak belajar seperti di sekolah. Komunikasi harus lancar.

      Hapus
  7. Komunikasi ortu dan guru itu penting banget ya Mba, agar apa yang terjadi pada anak, di rumah, tantangannya dan lainnya, bisa dicarikan jalan keluar bersama yang.

    Bahkan secara luring saja, butuh komunikasi intens, apalagi masa online saat pandemi gini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak, guru juga selalu berusaha memberikan solusi bagi setiap masalah yang timbul.

      Hapus
  8. Masya Allah, benar banget Pandemi membuat orangtua membayar utang pengasuhan. Oleh karena itu harus ridho dengan keadaan ya, karena kalau ngga pasti terasa lebih capek. Jujur saya lihat banyak ortu memang seperti lepas tangan memberikan anak ke sekolah dengan harapan lulus langsung 'jadi'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini spertinya yang harus mulai di sadari, orang tua juga harus ikut serta dalam proses pendidikan anak di sekolah.

      Hapus
  9. wahibi aplikasi yg lengkap bgt fiturnya ya mbak
    uda gitu saling terintegrasi
    pas buat sekolah online

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf mbak, aplikasi apa ya. Saya tidak menulis tentang aplikasi.

      Hapus
  10. Jujur tadi bingung istilahnya. Wkwkwk. Ada BDR segala ya. Kudet aku. Tepatnya bingung dengan banyaknya istilah yg berubah cepat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus banyak membaca dan update info mbak kayaknya, biar gak kudet, hehehe. Soalnya banyak istilah yang berkaitan dengan belajar online ini.

      Hapus
  11. Sisi positif dari berlangsungnya sekolah dari rumah di masa pandemi adalah orangtua jadi tahu beban guru itu tidak ringan. Di sisi lain, ortu juga punya tanggung jawab tidak lepas tangan. Saya setuju, komunikasi antara ortu dan guru mesti intens. Mau tidak mau, kedua pihak mesti sama-sama upaya demi sang anak tetap bisa belajar ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kita saling bersinergi ya, agar tujuan dari pembelajaran online ini bisa sukses dan lancar.

      Hapus
  12. mendidik anak memang perlu kerjasama antara orang tua dan guru, ga bisa berat sebelah ya. senang bgt kalau sinergi antara gurgu dan orang tua ini semuanya bisa rtercipta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau komunikasi lancar, jadi lebih enak ya mbak dalam mengatasi masalah daring.

      Hapus
  13. Ridho, kayaknya itu kunci pertama dan utama ya... salut untuk para orang tua dan guru yang berjibaku demi memenuhi hak pendidikan anak. Semoga Allah mudahkan... aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, kuncinya adalah Ridha, dengan begitu insya Allah hati akan iklhaa menerima semua problematika selama daring.

      Hapus
  14. Antara guru dan orang tua harus saling bekerjasama dalam pendidikan anak, terlebih lagi saat PJJ seperti saat ini. Bagus banget tulisannya ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerjasama yang baik ya mbak, saling mendukung satu dwngan yang lain, jadi pelaksanaan PJJ ini tetap bisa berjalan lancar.

      Hapus
  15. Karena kita sudah tidak mampu menyalahkan keadaan tapi hanya mampu beradaptasi dengan keadaan yang ada saat ini.
    Semoga hikmah pandemi ini membuat kita semua yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya.

    Tabarakallahu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga Allah kabulkan semua doa terbaik kita.

      Hapus
  16. Setuju mbak. Pandemi ini mengajarkan kita untuk meningkatkan kolaborasi, bukan hanya menuntut ini dan itu. Dengan kolaborasi, guru dan orangtua bisa berperan sesuai porsinya masing-masing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepat sekali mbak, tidak saling menyalahkan tapi saling support ya.

      Hapus
  17. Semoga semua ini segera berakhir ya mba. Karena memang pembelajaran daring itu merupakan hal baru dimana kita pasti harus beradaptasi lagi ya dari awal. kalau bisa semua pihak saling bekerja sama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerjasama yang baik dan saling mendukung, agar semua dapat berjalan dengan lancar.

      Hapus