Tips Melatih Kemandirian Anak Sejak Usia Dini

November 04, 2019



Kemandirian adalah sebuah sikap yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu. Kemandirian ini, sebagai salah satu syarat yang mampu membuat setiap individu dapat bertahan dalam beragam kondisi dalam kehidupannya. Anak tidak akan secara serta merta dapat begitu saja tumbuh menjadi sosok pribadi yang mandiri. Kemandirian ini, perlu kita latih, kita didik dan tumbuhkan sejak usia dini. Kemandirian adalah sebuah proses yang panjang dalam sebuah fase kehidupan. Orang tua harus membantu anak untuk melewatinya. 

Kemandirian kepada anak, idealnya mulai diajarkan dan dilatih pada anak sejak usia tiga tahun. Pada usia ini, anak mulai berinteraksi dengan lingkungan di luar rumah. Mereka sudah mulai memiliki teman sebaya, dan bermain dengan mereka. Orang tua dapat mengajarkan kemandirian secara bertahap. Setiap anak, mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda. Sehingga, akan ada banyak cara yang berbeda pula dalam melatih kemandirian anak.

Anak saya sudah mulai belajar mandiri sejak masuk taman kanak-kanak. Di sekolah, dia juga dibiasakan untuk mandiri dalam melakukan beberapa hal. Diantaranya, makan sendiri, ke kamar mandi dan bersuci sendiri, serta merapikan mainan, tas dan sepatu pada tempatnya. Saya mulai melatih putri saya untuk melakukan semua itu di rumah. Sehingga saat di sekolah, dia tidak canggung lagi melakukannya sendiri. Terutama saat ke kamar mandi dan bersuci. Saya memberikan contoh, cara mengguyur dan bersuci dengan air. Berapa kali dia harus melakukannya.

Semua itu memang membutuhkan kesabaran dan konsisten. Terkadang muncul rasa malas dalam diri anak ditengah-tengah perjalanan. Orang tua harus tetap memberikan semangat tanpa kenal lelah. Mungkin kita bisa memberikan sedikit bantuan atau arahan, sehingga akan menumbuhkan semangat dalam diri anak kembali. Tetaplah menjadi teladan bagi anak dalam kemandirian.

Tips Melatih Kemandirian Anak.

Ada beberapa tips yang bisa kita coba, untuk melatih kemandirian anak, diantaranya :

1. Percaya Pada Kemampuan Anak.

Mulailah dengan memberikan kepercayaan kepada anak dalam melakukan beragam aktivitas. Yakinkan dalam diri kita, bahwa anak mampu melakukan dan menyelesaikan aktivitasnya itu dengan baik dan benar. Berikanlah kesempatan kepada anak, untuk menunjukkan kemampuannya dalam melakukan sesuatu. Meskipun hasilnya masih belum sempurna, tetapi tetaplah berikan motivasi, agar anak mampu melakukannya lebih baik lagi dilain waktu.

2. Membantu Mempermudah Tugas Anak.
Pada saat anak sudah mulai terbiasa mandiri. Bantulah mereka untuk mempermudah aktivitasnya. Misalnya, anak sudah bisa makan sendiri, bantu si kecil untuk menyiapkan peralatan makannya. Atau si kecil sudah dapat memakai baju sendiri, bantulah untuk menyiapkan pakaiannya, untuk dia kenakan sendiri. Jangan lupa terus dampingi anak saat dia melakukan aktivitasnya itu.

3. Memberi Semangat Kepada Anak.
Berikan semangat yang positif kepada anak, saat dia sudah berusaha untuk mandiri. Jangan lupa selalu ajak si kecil untuk melihat hasil kerjanya. Dengan demikian, dia akan tahu, apakah usahanya sudah berhasil atau belum. Ucapkan kata-kata yang positif untuk mendukung setiap aktivitasnya, dalam rangka belajar mandiri.

4. Melatih Anak Membantu Pekerjaan Kita.
Latih anak untuk membantu pekerjaan kita. Pilihlah pekerjaan yang ringan, sesuai dengan usianya untuk dikerjakan si kecil. Berikan contoh dan arahan dengan lembut dan sabar, sehingga anak memahami pekerjaan apa yang bisa dia lakukan. Jangan menolak bantuan dari si kecil, walaupun mungkin itu belum sepenuhnya berhasil. Lakukan pekerjaan itu bersama-sama, sambil memberikan arahan dan contoh.

5. Memberi Petunjuk, Bukan Bantuan.
Pada saat kita meminta bantuan kepada anak. Biasakanlah untuk memberinya petunjuk, jangan asal main perintah. Sehingga anak akan memahami apa yang kita inginkan. Selain itu, memberi petunjuk juga dapat membantu si kecil belajar menyelesaikan permasalahan. 

6. Jalin Komunikasi Dengan Anak.
Jika suatu saat anak melakukan kesalahan dalam upayanya untuk mandiri. Jangan menyalahkan si kecil dengan kata-kata yang meremehkan. ajaklah anak berkomunikasi, mengenai kendala yang dia temukan saat berusaha belajar mandiri. Dengan menjalin komunikasi, maka anak akan merasa nyaman dan tidak segan untuk bertanya dan meminta pendapat kita. Sehingga, dia akan berusaha untuk memperbaiki kesalahannya itu.

Beberapa Contoh Kegiatan Dalam Rangka Melatih Kemandirian Anak.

Melatih kemandirian anak tidak perlu menggunakan cara yang keras. Lakukan hal itu dengan kesabaran dan kelembutan. Orang tua harus tetap ingat, baha anak memiliki dunia yang berbeda dengan dunia orang dewasa. Mereka cenderung belajar melalui kejadian yang ada disekitarnya. Oleh karena itu, latihan mandiri yang bisa kita ajarkan kepada mereka, juga tidak jauh dari aktivitas sehari-hari si kecil. 

Berikut ada beberapa contoh kegiatan, yang dapat dilakukan oleh anak, dalam rangka melatih kemandiriannya :

A. Makan Sendiri.
Berikan contoh kepada anak, bagaimana cara makan sendiri. Cara menggunakan peralatan makan yang benar, mengambil nasi, sayur dan lauk sendiri. Awalnya memang akan terasa repot. Banyak nasi, sayur yang mungkin tumpah dan berantakan. Tetapi, kita jangan mudah menyerah. Teruslah berusaha untuk memotivasi anak, dan mendampingi mereka saat makan sendiri. Kita bisa juga melakukannya secara bertahap.

B. Memakai Pakaian Sendiri.
Hal yang paling tidak disukai si kecil, biasanya adalah saat mereka harus mengenakan pakaian yang ada kancingnya. Kenalkan kepada anak, bagaimana cara memasukkan kancing ke lubangya dengan benar. Anak perempuan saya yang berumur 5,9 bulan, sudah mulai bisa memakai baju yang ada kancingnya. Awalnya dia juga agak kesulitan, tetapi saya terus berusaha untuk membantu mengarahkan dengan sabar, sehingga akhirnya dia bisa melakukannya sendiri.

C. Merapikan Mainan.
Bermain adalah kegiatan yang sering dilakukan oleh anak-anak. Mereka belajar banyak hal dengan bermain. Kita dapat melatih mereka untuk merapikan mainannya setelah selesai bermain. Hal ini tentu membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi jika mainan yang dimainkannya cukup banyak. Si kecil akan mencari seribu satu cara untuk merapikan mainannya, karena merasa capek. Lakukanlah secara bersama-sama, dengan berbagi pekerjaan. Tunggulah sampai si kecil menyelesaikan pekerjaannya itu. Setelah semua sudah rapi, jangan lupa berikan apresiasi kepadanya, sehingga di lain waktu, anak akan bersemangat dalam merapikan mainannya kembali.

D. Membantu Merapikan Tempat Tidur.
Kita bisa mulai melatihnya dengan melipat selimut dan menata letak bantal. Secara bertahap, latih si kecil untuk membersihkan tempat tidurnya dengan tebah, merapikan sprei dan menyapu kamar. Lakukan itu sesuai dengan tahapan usianya. 

E. Membantu Meletakkan Atau Mengambilkan Barang.
Berikanlah kesempatan kepada anak untuk membantu kita meletakkan atau mengambilkan barang. Jangan lupa, ucapkan kata 'Tolong' dan 'Terima Kasih' kepada anak. Dengan demikian, si kecil akan senang melakukannya. Bhakan, mungkin tanpa kita minta, dia akan menawarkan diri untuk membantu kita.

Masih banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membantu melatih kemandirian anak. Anak-anak yang terbiasa mandiri sejak kecil, mereka akan dapat menyelesaikan masalah yang menerpanya, kelak di kemudian hari. Anak yang mandiri, akan lebih kuat mental dan jiwanya dalam menghadapi kerasnya kehidupan. 

Kemandirian tidak begitu saja diperoleh tanpa sebuah usaha. Latihan yang terus menerus dan beragam, akan semakin meningkatkan keterampilan anak dalam hubungan sosialnya dan menyelesaikan masalah. Tidak ada kata terlambat ya Ayah/Bunda untuk melatih kemandirian anak. Yuk jadikan hari-hari kita bersama si kecil, adalah sarana untuk belajar bersama.

Kudus, awal November 2019.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Setuju banget mbak Ulfa, melatih kemandirian anak sejak dini sangat penting untuk membuat anak memiliki mental yang kuat untuk menghadapi kehidupan ke depan��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, akan terasa manfaatnya ketika mereka dewasa nanti, saat tinggal jauh dari orang tua.

      Hapus