Menjadikan Rumah Sebagai Tempat Yang Nyaman Bagi Anak

October 28, 2019




Rumah adalah lingkungan pertama yang dikenal oleh anak. Rumah juga, adalah tempat pertama yang menjadi tumbuh kembang anak. Saat anak masih kecil, rumah merupakan tempat yang nyaman dan aman bagi mereka. Semua pembelajaran pertama berasal dari rumah. Bahkan sebuah ungkapan mengatakan jika sebuah peradaban dimulai dari rumah. Di rumah inilah, semua anggota keluarga seharusnya mendapatkan ketenangan, ketrentaman dan juga tempat beristirahat dari segala macam hiruk pikuk di luar.

Seorang Ibu merupakan ratu rumah tangga. Dia berperan dalam menciptakan kebahagiaan  dalam kehidupan rumah tangga. Apakah Ibu pernah berpikir, jika kelak anak-anak sudah beranjak dewasa, mereka satu- persatu memiliki kehidupan sendiri dengan lingkungannya, mungkinkah mereka masih merindukan rumah sebagai tempat kembali yang paling nyaman? terkadang, pemikiran itu juga melintas dalam benak saya.

Sebagai seorang Ibu, tentu saya berharap, kelak, meskipun sejauh mana kaki anak-anak melangkah, mereka masih akan tetap merindukan rumah sebagai tempat kembali dan bernostalgia. Kenangan indah tentang rumah, akan selalu membekas dalam ingatan mereka. Kenangan indah itu, sebenarnya bisa kita ciptakan sejak mereka masih kecil.

Anak bungsu saya yang berusia 5,9 bulan, bahkan mengatakan kepada saya, jika dia dewasa nanti, akan tinggal terus di rumah dengan saya dan Abinya. "Aku tidak mau pindah rumah, maunya sama Ummi terus," katanya. Dia mengatakan itu, tentu saja karena saat ini belum memahami maknannya. Tetapi, jujur saya merasa senang dan terharu, karena bagi dia, rumah adalah tempat paling nyaman dan aman.

Menciptakan rumah yang nyaman bagi anak, tentu membutuhkan sebuah usaha dari kita. Orang tua sangat berperan dalam menciptakan suasana nyaman itu. Kedua orang tua yang akur, saling menyayangi dan juga mendukung satu sama lain, pasti akan membuat anak merasa nyaman dan aman saat berada di rumah. Selain itu, hubungan dengan saudara juga akan cukup berpengaruh dalam menciptakan suasana nyaman.

Berikut ada beberapa tips, yang akan membuat anak merasa nyaman tinggal di rumah :

1. Ciptakan Suasana Penuh Kasih Sayang.
Hubungan antar anggota keluarga, memegang peranan cukup penting dalam hal ini. Anak akan merasa nyaman dan aman, saat dalam keluarga terjalin hubungan yang harmonis. Kasih sayang yang melimpah dari anggota keluarga, akan menjadi benteng dan penguat bagi anak, saat mereka menghadapi masalah di luar rumah. Sehingga, mereka menjadikan rumah sebagai tempat pulang untuk menyelesaikan masalah.

2. Menjadi Orang Tua Yang Bahagia.
Orang tua adalah teladan bagi anak. Saat kedua orang tua bahagia, rukun dan memiliki hubungan yang harmonis, maka anak akan merasa nyaman karena mereka merasa mempunyai pelindung yang akan selalu siap setiap saat mereka butuhkan. Orang tua, akan menjadi seorang penasehat yang dicari saat mereka mendapatkan masalah. Selain itu, orang tua adalah tempat mereka berbagi cerita, tentang segala sepak terjang mereka di luar rumah. Hal ini juga saya terapkan terhadap putra sulung saya. Alhamdulillah, hubungan kami harmonis. Saya menjadi teman bercerita tentang semua kisahnya saat berada di pondok. Saya pun berusaha untuk mnejadi teman yang menyenangkan bagi dia. Sehingga, saat sambangan adalah hal yang paling di rindukan, karena itu adalah saatnya dia curhat.

3. Memberikan Ruang Bermain Pada Anak.
Sampai usia SD, anak-anak masih suka bermain di dalam rumah. Berikan kebebasan kepada mereka untuk bermain di rumah. Berikan ruang kepada anak untuk bereksplorasi di dalam rumah. Saya bahkan membiarkan anak kedua yang berusia 11 tahun dan anak ketiga yang berusia 5,9 bulan, memporak porandakan rumah. Mainan si bungsu berada hampir disetiap sudut rumah. Anak-anak bebas melakukan aktivitas bermain yang disukainya di dalam rumah. Akan tetapi, tentu saja, saya juga mengajarkan kepada mereka untuk merapikan kembali, semua mainan jika sudah selesai dimainkan. Jadi bagi anak-anak. Rumah adalah tempat bermain yang menyenangkan.

4. Menciptakan Suasana Rumah Yang Bersih Dan Rapi.
Rumah kami tidaklah mewah, tetapi sangat sederhana. Tetapi, saya selalu berusaha untuk menciptakan suasana rumah yang bersih dan rapi. Memang itulah tugas seorang Ibu. Saya biasa membersihkan dan merapikan rumah, saat anak-anak sudah berangkat sekolah. Jadi pekerjaaan itu akan lebih efektif dan cepat selesai. Meskipun nanti saat anak-anak pulang sekolah, mereka akan bermain lagi di dalam rumah, tetapi suasana yang bersih dan rapi akan tetap terasa. Anak-anak juga sudah mulai terbiasa merapikan mainan setelah selesai digunakan. Jadi kami bersama-sama menjaga kebersihan dan kerapian rumah.

5. Jadikan Rumah Sebagai Tempat Belajar Tentang Agama.
Rumah selain menjadi tempat berlindung bagi anggota keluarga, juga menjadi tempat belajar. Semua anggota keluarga belajar tentang banyak hal, terutama adalah agama. Jadikanlah rumah sebagai tempat belajar agama yang pertama. Berikan teladan tentang tata cara menjalankan ibadah dengan benar, membaca Al Quran dan bagaiman berakhlaq yang baik, sesuai dengan tuntunan agama. Ajarkan juga, bagaimana mereka berbakti kepada kedua orang tua. Orang tua memberikan andil yang cukup besar dalam hal ini. Apa yang mereka dapatkan dan pelajari di rumah, akan membekas hingga dewasa nanti, jika pembelajaran itu dilakukan secara berkelanjutan. 

Ada sebuah ungkapan yang indah, Rumahku Surgaku. Dimana hal itu menggambarkan, bahwa rumah adalah sebuah tempat yang menentramkan, menyenangkan dan memberikan kebahagiaan. Rumah ibarat surga yang berada di dunia. Dirindukan oleh semua anggota keluarga. Dalam rumah, semua anggota keluarga saling berlomba-lomba untuk mewujudkan kebaikan, sehingga akan didapatkan kenyamanan bagi anak.

Saat ini mungkin anak memang masih nyaman berada di rumah, karena usia mereka masih kecil. Tetapi saat beranjak remaja, maka anak-anak akan merasa lebih nyaman saat bersama dengan teman sebaya di luar rumah. Saya pun sudah mulai merasakan hal itu. Saat putra sulung saya yang berusia 14 tahun, sering membuat janji dengan teman sebaya, untuk jalan-jalan atau sekedar menghabiskan waktu dengan makan bersama atau nonton, saat dia pulang liburan dari pondok. Adakah saya merasa khawatir akan hal itu?

Tentu sebagai Ibu, saya tidak ingin membatasi pergaulannya. Saya paham dan tahu betul siapa teman-temannya itu, sehingga saya bisa lebih tenang. Tetapi, alhamdulillah, putra saya tetap merasa nyaman dan betah berada di rumah, bersama-sama dengan kami. Menghabiskan waktu berdua dengan saya untuk belanja ke mall, pergi cukur atau nonton bareng sekeluarga. Itu adalah moment kebersamaan yang kami jalin, sehingga anak akan tetap dekat dengan kita, dan mempunyai waktu kumpul bersama.

Menjadikan rumah yang nyaman bagi anak, tentu tidak lepas dari usaha dari kedua belah pihak. Orang tua dan anak, harus saling bersinergi memberikan andil dalam menciptakan hal itu. Jadikanlah setiap moment yang kita lewati bersama anak, adalah hal yang akan mereka kenang hingga dewasa nanti. Sehingga sejauh mana sayap mereka terbang, akan tetap merindukan rumah, sebagai salah satu tempat yang memberikan kenangan indah dalam hidup mereka.

Kudus, akhir Oktober 2019.



You Might Also Like

17 comments

  1. Semoga ya kita semua bisa menjadikan rumah atau hunian kita saat ini sebagai tempat ternyaman bagi anak dan anggota keluarga.

    ReplyDelete
  2. Setuju Mbak..konsep rumah yang nyaman beneran bikin semua jadi rindu pulang. Semoga anak-anakku merasa demikian sampai mereka dewasa nanti.
    Karena orang terdekatku saja, enggak pernah kangen pulang ke rumah masa kecilnya karena ketidaknyamanan di masa lalunya.
    Duh, jangan sampai anak-anak kita demikian juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya jangan sampai Mbak. Rumah adalah tempat terindah dalam kehidupan kita dan anak-anak.

      Delete
  3. Betul sekali. Memang sebuah rumah harus memiliki "jiwa" untuk membuatnya menjadi tempat pulang. Rumah bukanlah persinggahan sementara. Tapi rumahlah tempat kita menitipkan sebagian diri kita yang akan selalu memanggil untuk pulang

    ReplyDelete
  4. Rumahku surgaku memang, Mbak. Sejauh apapun Yuni merantau, rasanya kalau ada waktu libur, inginnya langsung pulang ke rumah. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba. Rumah adalah tempat terindah bagi kita dan anak-anak.

      Delete
  5. Aduh jadi terharu dengan perkataan anaknya mbak, kaya anakku juga sering ngomong begitu. Usianya baru masuk 5th. Jadi keinger rumah orangtua, jauh-jauh tetap di rindukan. Ada kenangan yang terserak di tiap sudutnya. Hiks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terharu banget Mbak. Begitu mendalamnya konsep rumah dalam pikiran anak-anak ya.

      Delete
  6. Jadikan rumah itu ngangenin karena suasana rumahnya memang hangat. Engga harus ditata seperti gambar, suasana keluarga yang menyenangkan udah bikin betah kok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mbak. Yang penting adalah adanya cinta dan kasih sayang di dalam rumah tersebut.

      Delete
  7. Yang bikin betah di rumah adalah bila suasana rumah nyaman. Yes banget deh 5 tips dari artikel mb. Suiipp...adanya cinta, kasih dan sayang

    ReplyDelete
  8. Ruang bermain ini emang penting menurutku. Biar mainan anak2 juga gak mencar-mencar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin tidak harus dalam satu ruangan ya Mbak. Tetapi yang penting ada tempat dimana anak bisa mengeksplor diri dan lingkungannya.

      Delete
  9. Rumahku surgaku, rumahku istanaku, benar adanya. Karena rumah selalu dirindu, terutama suasana kehangatan dan kemesraan sesama anggota keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Menjadikan kerasan berada di rumah, kalau nyaman.

      Delete

Like us on Facebook

Flickr Images