Manfaat Anak Bermain Dengan Teman Sebaya

October 27, 2019


Bermain adalah suatu bentuk kegiatan sosial yang sangat mendominasi pada masa awal pertumbuhan anak. Aktivitas bermain juga akan lebIh sering dilakukan di luar, terutama di sekolah, bersama saudara atau teman di rumah, dengan melibatkan teman sebaya. Bermain, sebenarnya hal yang sangat penting bagi anak. Karena dengan kegiatan ini, adalah salah satu cara mereka mengenal lingkungan dan mendukung proses tumbuh kembang anak, baik secara jasmani maupun rohani.

Teman sebaya adalah anak-anak yang memiliki tingkat usia dan kematangan yang kurang lebih sama. Kelompok ini biasanya akan terbentuk dengan sendirinya, pada anak-anak yang tinggal dalam satu lingkungan rumah. Lingkungan teman sebaya, adalah lingkungan kedua setelah keluarga, yang akan berpengaruh bagi kehidupan individu. Bermain bersama teman sebaya, akan membuat anak lebih kreatif.

Dengan bermain, akan terjadi interaksi secara langsung, yang akan mendorong anak dengan teman sebayanya untuk mengeksplorasi dan memahami tentang sesuatu yang baru bagi mereka. Setiap permainan yang dimainkan oleh anak-anak, merupakan hal yang baru bagi mereka. Peran orang tua juga sangat diperlukan, untuk mendampingi anak dalam sosialisasi mereka itu. Orang tua berperan memberi arahan kepada anak.

Bermain dengan teman sebaya, akan memberikan banyak manfaat bagi anak. Mereka akan belajar lebih kooperatif, yang biasanya ketrampilan ini diperoleh mulai umur 2 tahun. Diusia ini, anak sudah mulai cukup matang untuk memulai bergiliran dengan teman bermain. Berbagi mainan, bermain bergantian, mengikuti aturan bermain, dan belajar bernegosiasi.

Berikut ada beberapa manfaat yang akan didapatkan oleh anak, saat dia bermain bersama teman sebaya :

1. Melatih Komunikasi.
Bermain dengan banyak teman, tentu akan sangat bermanfaat bagi anak, untuk melatihnya berkomunikasi. Dengan komunikasi bersama teman sebaya, anak akan cenderung lebih percaya diri. Mereka dapat belajar untuk mengungkapkan keinginannya dan juga rasa tidak nyaman yang mereka rasakan. Dengan berkomunikasi juga, anak akan belajar mendengar dengan lawan bicaranya.

2. Melatih Anak Bersosialisasi.
Ketrampilan anak untuk bersosialisasi harus kita latih sejak dini. Agar kelak, anak menjadi pribadi yang tidak egois dan mudah bergaul. Dengan semakin bertemu dan bergaul dengan teman sebaya, secara tidak langsung, anak akan belajar bagaimana mengenal orang lain dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

3. Mampu Memperkaya Pengalaman.
Bermain sekaligus belajar, adalah kegiatan yang biasa dilakukan oleh anak-anak. Saat mereka bermain itulah, anak-anak akan sekaligus belajar tentang lingkungan, hubungan dengan teman sebaya, bahkan belajar tentang berbagai ilmu pengetahuan yang ada di luar rumah. Aktivitas bermain yang mereka lakukan dapat juga meningkatkan kreativitas anak.

4. Mengembangakan Rasa Percaya Diri.
Dengan bermain, anak akan belajar untuk mengembangkan ketrampilan fisik, sosial, dan intelektuanya. Anak akan belajar secara langsung, bahwa terkadang apa yang mereka ingnkan atau lakukan itu tidak selamanya berhasil. Dalam bermain, adakalanya mereka kalah atau gagal dalam melakukan permainan. Hal itu akan menjadi pembelajaran bagi mereka, bahwa saat mereka gagal, maka di situ anak belajar untuk menghadapi kegagalan dalam arti yang sebenarnya, dan berlatih untuk mengelolannya.

5. Melatih Mental Anak.
Saat bermain, anak akan mengeluarkan semua imajinasi dan ide-ide yang tersimpan di dalam dirinya. Anak akan mengekspresikan pengetahuan yang mereka miliki, sekaligus mendapatkan pengetahuan yang baru. Orang tua juga akan semakin mengenal anak, dengan mengamati saat mereka bermain.

6. Melatih Motorik Dan Mengasah Daya Analisa Anak.
Dengan bermain, anak akan belajar melatih kemampuan motoriknya. Baik motorik halus, maupun kasar. Hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologi anak. Permainan juga akan memberi mereka kesempatan untuk belajar menghadapi kesulitan, dan belajar menyelesaikan masalah.

7. Mengembangakan Otak Kanan Anak.
Bermain dengan teman sebaya, memiliki banyak aspek yang menyenangkan dan membuka kesempatan untuk menguji kemampuan anak dalam hubungannya dengan teman sebaya. Bermain akan memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang mungkin kurang terasah di sekolah ataupun di rumah.

Dalam bergaul dengan teman sebaya, orang tua memiliki peran sebagai pendamping. Pastikan mereka adalah anak-anak yang memiliki perkembangan secara positif. Karena perilaku teman sebaya akan mempengaruhi perilaku anak kita. Selain itu, kita juga perlu mengetahui, jenis-jenis status dari teman sebaya. Apakah mereka anak populer, anak biasa, anak yang terabaikan, anak yang ditolak atau anak yang kontrovesrsial.

Jadi selain membiarkan anak bermain dengan teman sebaya, kita juga harus tetap memperhatikan perhatian dan arahan kepada anak, agar kelak mereka tidak mengalami masalah dalam tumbuh kembangnya. Ajarkan kepada anak kita untuk berperilaku yang baik dan menyenangkan, agar mereka dapat diterima oleh teman sebayanya.

Jenis Kelompok Teman Sebaya.

Jika dilihat dari sifat organisasinya, kelompok sebaya dapat dibedakan menjadi :

A. kelompok sebaya yang bersifat informal. 
Kelompok ini dibentuk, diatur, dan dipimpin oleh anak itu sendiri, tanpa ada campur tangan dan bimbingan orang tua. Contohnya, adalah geng, dan lain-lain.

B. Kelompok Sebaya Yang Bersifat Formal.
Di dalam kelompok ini, ada bimbingan dan partisipasi dari orang tua/dewasa. Jika kelompok ini diberikan bimbingan dan arahan yang baik dan bijaksana, maka kelompok sebaya ini dapat menjadi wahan proses sosialisasi yang terdapat dalam masyarakat. Contoh dari kelompok ini adalah, pramuka, perkumpulan pemuda dan organisasi lainnya.

Peran orang tua tetap menjadi kunci dalam kegiatan sosialisasi anak dengan teman sebaya. Ketika hubungan anak dan orang tua terjalin dengan kuat dan penuh kasih sayang, maka pengaruh negatif dari teman sebaya, tidak akan mudah mewarnai anak kita. Karena kita juga tidak akan setiap saat berada di samping mereka, untuk mengawasi, dengan siapa, dan apa yang anak-anak lakukan.

Mengembangkan minat dan bakat anak, juga dapat kita lakukan, dengan membiarkan anak bermain dengan teman sebaya. Dengan berkumpul bersama teman, anak akan belajar bereksplorasi dengan bakat yang dimiliknya. Orang tua dapat membantu si kecil untuk menyalurkan bakatnya itu, dengan mengundang teman sebaya bermain, dan bersama menonton aksi si kecil.

Anak-anak cenderung merasa nyaman bermain dengan teman sebaya. Mereka bahkan lebih memilih bermain dengan teman, daripada menghabiskan waktu dengan kita. Hal itu juga saya alami. Putri bungsu saya, bahkan sering mengajak segera pulang ke rumah, saat kami mengajaknya keluar untuk makan, atau sekedar jalan-jalan. Hanya karena dia ingin segera bermain dengan saudara sepupunya yang berusia sebaya.

Beruntunglah kita, jika anak-anak kita mempunyai teman sebaya yang baik, kreatif dan mempunyai sifat yang menyenangkan. Karena masa kecil adalah masa anak-anak mengembangkan kreatifitasnya, belajar dari lingkungan, untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuan berkomunikasi. Mereka akan belajar untuk berbagi, bergantian, mematuhi peraturan dan bekerja dalam tim, serta belajar negosiasi.

Masa bermain akan menjadi berharga bagi anak, saat mereka dapat menemukan pengalaman yang menyenangkan, sehingga akan menjadi tambahan pengalaman dan ilmu bagi mereka dalam menapaki masa depannya. Pastikan si kecil mendapatkan teman sebaya yang memberikan pengaruh positif bagi tumbuh kembanganya ya Ayah/Bunda.

Kudus, akhir Oktober 2019.

You Might Also Like

8 comments

  1. Anakku nih suka banget main sama teman sebayanya. Betah banget dari siang sampe sore, mgkin seharian juga betah kali. Ternyata manfaatnya banyak juga yaa.

    ReplyDelete
  2. Dulu salah satu alasan memasukkan anak ke sekolah taman kanak-kanak, alasan saya agar anak bisa bermain dengan teman sebayanya. Karena memang banyak manfaatnya bagi anak, ya ...

    ReplyDelete
  3. Dulu sempat kasihan karena tinggal di sekitar yang anak tetangga usianya kalau enggak di atas anak saya ya di bawah bangets. Jadi enggak ada yang sebaya. Tapi, akhirnya dapat juga meski agak jarak beberapa rumah, ada teman-teman sebaya. Memang sih manfaatnya banyak ya untuk anak bermain dengan teman sepantaran seperti ini

    ReplyDelete
  4. Aku sempat bingung karena io ga ada teman sebaya di lingkungan tetangga, ada sih tapi agak jauh gitu dan kebetulan ga bertetangga. Jadi ngandelin banget io main sama anak sebaya di lingkungan sekolah aja, pasti banyak manfaatnya yaa kalau anak main dengan anak sebaya,senyumnya juga lepas banget obrolannya juga seru haha

    ReplyDelete
  5. Lingkungan rumahku itu desa. Pesisir tepatnya. Banyak banget anak seusia adik bungsuku. Jadi, dia sudah terbiasa bermain bersama teman-temannya. Permainan yang normal untuk anak laki-laki. Sepak bola, layangan, gundu dan saat ini diselingi sama main mobile legend atau pubg. Ya begitu-begitulah.

    Tapi memang sih, dia jadi nggak sepemalu ketika masih balita dulu. Hehe

    ReplyDelete
  6. Dulu sepertinya mudah mencari teman sebaya. Sekarang krn rumah kompleks dan berpagar, anak² diem di rumah. Padahal penting yah main dengan teman sebaya. Jadinya main cuma di sekolah, hanya pas jam istirahat...

    ReplyDelete
  7. https://educationartikeltips.blogspot.com1 December 2019 at 06:45

    Betul mbak, anak bermain dengan temannya melatih kemampuannya, baik kemampuan komunikasi, sosialisasi, dan lain-lain

    ReplyDelete
  8. Memang penting bermain dengan anak seumuran. Pengalaman waktu anakku gak punya teman sebaya bener2 ngaruh ke perkembangannya. Itu yg kemudian menjadi alasan mengapa memasukkannya ke playgroup, karena di rumah tidak ada teman sebaya.

    ReplyDelete

Like us on Facebook

Flickr Images