Menjemput Jodoh

December 09, 2019



Aku terpekur di depan gundukan tanah yang masih merah. Mataku menerawang jauh menatap langit biru di hamparan cakrawala. Entah sampai kapan, jodoh itu akan datang menjemputku dan membawaku memasuki indahnya dunia pernikahan.

Kalimat di atas adalah cuplikan dari salah satu cerita yang ada di dalam buku kumpulan cerpen yang saya tulis, dengan judul Menjemput Jodoh. Dalam cerita tersebut, saya menulis tentang seorang gadis yang sudah cukup umur untuk menikah. Namun, karena sang ibu yang terlalu banyak menuntut tentang kriteria calon suami buat dirinya, akhirnya jodoh itu belum kunjung datang. Hingga akhirnya sang ibu meninggal dan si gadis masih melajang. 

Pernahkah kita mendengar atau bahkan melihat sendiri tentang kisah seperti ini. Jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Telah banyak ikhtiar yang dilakukan, banyak doa yang dilangitkan. Akan tetapi, jodoh seolah masih menjadi rahasia yang sulit untuk diungkap. Kisah yang saya tulis itu, terinspirasi dari kisah nyata, seorang kenalan yang hingga sekarang masih melajang.

Dimanakah Jodoh Kita ?

Dulu saat masih gadis, saya juga sering bertanya-tanya tentang hal ini. Dimanakah jodoh saya, siapakah jodoh saya dan bagaimana nanti saya akan bertemu dengannya. Hal itu menjadi sebuah pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Namun, saya masih terus menyimpannya dalam hati dan pikiran. Bahkan saat memikirkannya pun sudah merasa senang dan memiliki harapan besar, bahwa suatu hari nanti, pasti akan bertemu dengan jodoh saya.

jodoh adalah hal yang mutlak menjadi kekuasaan Allah SWT. Kita bahkan tidak bisa menebak atau berangan-angan tentang hal ini. Saya bahkan memiliki beberapa teman yang sudah menjalin hubungan selama bertahun-tahun, tetapi apa yang terjadi. Mereka bahkan akhirnya menikah dengan orang lain. Ada juga yang justru menikah dengan orang yang baru saja dikenal dalam hitungan bulan. Padahal dia sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya dalam hitungan tahun.

Sebagai seorang muslimah. Saya percaya seratus persen, bahwa setiap manusia pasti ada jodohnya. Hanya saja, itu menjadi kekuasaan Allah untuk menentukan, apakah kita akan dipertemukan dengan jodoh kita di dunia atau di akhirat, tidak ada yang tahu. Tugas kita hanyalah terus berikhtiar, berusaha dan berdoa, agar Allah mendekatkan jodoh kita. 

Bahagia Saat Menanti Datangnya Jodoh.

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan, agar tetap bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain, saat menanti datangnya jodoh. Diantaranya :

1. Membahagiakan Orang Tua.
jika belum bertemu dengan jodoh, itu berarti kamu masih mempunyai banyak waktu untuk diri sendiri dan keluarga. Pergunakan waktu dan kesempatan ini, untuk berbakti kepada orang tua dengan lebih baik. Membahagiakan mereka, dengan rezeki yang kamu miliki. Apabila kamu sudah bekerja, berbagilah dengan mereka. Dengan membahagiakan orang tua, maka doa dari mereka akan terus mengalir untukmu, dan itu akan semakin memudahkan jalan untuk bertemu dengan jodohmu.

2. Mempelajari Al Quran.
Gunakanlah kesempatan untuk mempelajari Al Quran sebelum bertemu dengan jodohmu. Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk terus belajar tentang ayat-ayat Allah ini. Belajar bagaimana membaca Al Quran dengan baik dan benar serta mengkaji dan mentadaburi artinya, sehingga dapat menjadi bekal, kelak ketika sudah bertemu jodoh dan membangun rumah tangga, kita dapat menjadikan Al Quran sebagai pedoman.

3. Menyantuni Anak Yatim/Sedekah.
Berbagi dengan harta yang kita miliki kepada anak yatim atau mereka yang membutuhkan, akan menjadi salah satu jalan agar kamu tetap bahagia menanti jodoh. Selain itu, sedekah dapat menjadi salah satu wasilah untuk memudahkan kamu dalam bertemu jodoh.

4. Melanjutkan Pendidikan.
Dalam menuntut ilmu, tidak ada batasan usia. Jika memang jodoh belum juga datang, mengapa tidak kita gunakan waktu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jika kamu sudah bekerja, maka atur waktu dengan sebaik mungkin, agar keduanya dapat berjalan seiring. Selain itu, dengan melanjutkan pendidikan, akan semakin membuka wawasan dan ilmu kita dan menambah pertemanan juga tentunya.

5. Travelling.
Allah menciptakan dunia dan seisinya ini dengan indah. Manfaatkan waktu menanti datangnya jodoh ini dengan melakukan perjalanan ke berbagai daerah. Dengan demikian, kamu akan semakin banyak menemukan pengalaman yang akan semakin memperkaya jiwa dan juga hidupmu. Dengan melakukan travelling, maka kamu akan semakin bersyukur dengan semua karunia yang sudah Allah berikan dalam hidupmu.

6. Memantaskan Diri.
Sepertinya ini adalah hal yang paling penting dalam menanti datangnya jodoh. Memantaskan diri bukan berarti harus menjadi yang terbaik dalam segala hal. Akan tetapi, berusaha untuk menjadi pribadi yang soleh/sholehah, senantiasa memperbaiki diri dalam akhlak dan juga keimanan. Memantaskan diri bersama-sama hanya karena Allah.

Senantiasa berprasangka baiklah kepada Allah. Jangan hakimi diri sendiri dengan terpengaruh dengan kata-kata negatif yang mungkin dilontarkan kepadamu. Teruslah berdoa, mendekatkan diri kepada Allah dan membuka diri terhadap dunia luar. Yakinlah, bahwa dengan melakukan kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain, maka jalanmu akan senantiasa dibukakan oleh Allah.

jagalah dirimu dan persiapkan dengan sebaik mungkin untuk pertemuan dengan jodohmu nanti. Tentu kamu tidak bisa menentukan dengan siapa akan berjodoh bukan? jadi, teruslah bersiap dan senantiasa memperbaiki diri. Semoga tulisan ini bermanfaat, bagi kamu yang masih menanti datangnya jodoh.

Kudus, awal Desember 2019.





You Might Also Like

18 comments

  1. Keren postingannya! Terimakasih ya mbak sudah berbagi pengalaman :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak, semoga bermanfaat. Terima kasih sudah mampir.

      Delete
  2. Memantaskan diri, ini yang harusnya banyak diketahui sama remaja masa kini. Biar mereka memulai memantaskan diri demi pasangan di masa depan mereka. Suka deh sama tulisannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memantaskan diri dengan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah ya Mbak.

      Delete
  3. Masya Allah sangat setuju mba. Istilah dengan hal-hal positif ya. Yakin rencana Allah yang terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mbak. Dengan melakukan kegiatan positif, maka pikiran akan lebih tenang. Barangkali bisa menjadi jalan juga untuk bertemu jodoh.

      Delete
  4. MasyaAllah, dengan menjalankan kelima hal di atas pasti menjadi pribadi yang baik dn bersinar ya mbak:)

    ReplyDelete
  5. Saya juga dulu sering bertanya-tanya, siapakah yang akan menjadi jodohku kelak? Alhamdulillah, misteri itu telah terjawab, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memikirkannya saja sudah bahagia ya Mbak, hehe.

      Delete
  6. Kadang ya kids jamam now mah nungguin jodoh sambil ngelakuin hal-hal yang gimanaaa gitu. Padahal mah ya, jodoh itu udah ada yang ngatur, nggak perlu cemas dan mengisi waktu dengan hal-hal yang gak guna. Tulisannya keren mba, bermanfaat buat jombloers di luar sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya karena mereka terlalu ngoyo Mbak dalam mencari jodoh, sehingga kadang berlebihan dalam bersikap.

      Delete
  7. Setuju mbak..daripada jadi jones jomblo ngenes lebih baik melakukan tips di atas saat menunggu jodoh ya. Kalau saya dulu pas nikahnya menurut saya. umur 26, jadi belum sampai nunggu lama jodohnya, Alhamdulillah.
    Tips yang bermanfaat buat jombloers nih mbak. Keren~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga usia segitu Mbak. Pokoknya yakin aja deh sama Allah, insya Allah akan dimudahkan.

      Delete
  8. Jodoh, hidup dan kematian itu memang rahasia Allah ya, Mbak. Kita hanya bisa berdoa agar diberikan jodoh yang terbaik untuk kita di waktu yang tepat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini Mbak. Di waktu yang tepat. Allah maha tahu segalanya, tentang urusan hamba-Nya.

      Delete
  9. Benar mbak, berusaha memantaskan diri. InshaaAlloh pasti ketemu jodoh. Asal yakin Alloh Swt memudahkan dan memberikan jalan-Nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, yang penting selalu berprasangka baik kepada Allah.

      Delete

Like us on Facebook

Flickr Images